Anonimitas dan Deindividuasi pada Remaja Pengguna Sosial Media

  • Tatik Mukhoyyaroh UIN Sunan Ampel Surabaya
Keywords: Anonimitas, Deindividuasi, Sosial media

Abstract

Deindividuasi membuat self-awareness individu berkurang karena  mereka lebih menyadari dirinya sebagai anggota kelompok dan lebih responsif terhadap situasi dalam kelompoknya baik negatif (agresifitas) maupun positif (prososial). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan anonimitas dengan deindividuasi pada remaja pengguna sosial media. Menggunakan design penelitian kuantitatif dengan proportional stratified random sampling, sampel yang digunakan berjumlah 100 remaja SMA, SMK, dan MA. Instrumen yang digunakan adalah skala anonimitas dan skala deindividuasi. Data dianalisis menggunakan korelasi product moment. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif yang signifikan variabel anonimitas dengan deindividuasi pada remaja pengguna sosial media

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aronson, E., Wilson, T. D., & Akert, R. M. (2007). Social Psychology Sixth Edition. New Jersey: Pearson Prentice Hall.

Chang, J. (2008). The Role Of Anonymity In Deindividuated Behavior: A Comparison Of Deindividuation Theory And The Social Identity Model Of Deindividuation Effects (SIDE) . The Pulse, 2.

Christopherson, K.M. (2007). The Positive and Negative Implications of Anonymity in Internet Social Interactions: “On the Internet, Nobody Knows You’re a Dog”. Computers in Human Behavior (23), 3038-3056.

Global Prespective. (2013). Global Perspective on Online Anonymity. Global: Youth IGF project.

Joinson, A. (2001). Self?disclosure in computer?mediated communication: The role of self?awareness and visual anonymity. European journal of social psychology. Wiley Online Library. https://doi.org/10.1002/ejsp.36.

Khanza. (2014). Jumlah Pengguna Capai 300 Juta, Instagram Kalahkan Twitter Retrieved from www.indoberita.com/2014/12/7823/Jumlah-Pengguna-Capai-300-Juta-InstagramKalahkan-Twitter/, diakses pada 3 September 2019.

Kugihara, N. (2001). Effects of Agressive Behaviour and Group Size on Collective Escape in an Emergency: A Test Between a Social Identity Model and Deindividuation Theory. British Journal of Social Psychology, 40, 575-598.

Madhavi, K., & Gebriel/Okbit, W. (2017). Review of Deindividuation (Loss of Self-Awareness and Self-Identity) and Its Effect. The International Journal of Indian Psychology, 4(4), 75-82.

Mulawarman., & Nurfitri, A.D. (2017). Perilaku Pengguna Media Sosial beserta Implikasinya Ditinjau dari Perspektif Psikologi Sosial Terapan. Buletin Psikologi, 25, 36-44.

Myers, D.G. (2015). Exploring Social Psychology Seventh Edition. New York: Hope College.

Pedersen. D.M. (1997). Psychological Functions of Privacy. Journal of Enviromental Psychology, 17, 147-156.

Nguyen, M., Bin, Yu., & Campbell, A. ( 2012). Comparing Online and Offline Self-Disclosure: A Systematic Review. Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking. Vol. 15, No. 2.

Paine, C & Joinson, A. (2006). Development of measures of online privacy concern and protection for use on the Internet. Journal of the American Society for Information Science and Technology. Willey Online Library. https://doi.org/10.1002/asi.20459.

Pertiwi, W.K. (2018). Riset Ungkap Pola Pemakaian Medsos Orang Indonesia. Retrieved from https://tekno.kompas.com/read/2018/03/01/10340027/riset-ungkap-pola-pemakaian-medsos-orang-indonesia, diakes pada 3 September 2018.

Prihadi, S. (2015). Berapa Jumlah Pengguna Facebook dan Twitter di Indonesia? Retrieved from http://www.cnnindonesia.com/teknologi/2 0150327061134-185-42245/berapajumlah-pengguna-facebook-dan-twitter-di-indonesia, diakses pada 3 September 2018.

Reicher, S, R., S., & Postmes, T (1995). A Social Identity Model og Deindividuation Phenomena. European Review of Social Psychology 6 (1).

Setyani, N.I. (2013). Penggunaan Media Sosial Sebagai Sarana Komunikasi Bagi Komunitas (Studi Deskriptif Kualitatif Penggunaan Media Sosial Twitter, Facebook, dan Blog sebagai Sarana Komunikasi bagi Komunitas Akademi Berbagi Surakarta). Jurnal Komunikasi Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Sitorus, U.W.A. (2014). Hubungan Antara Deindividuasi dan Perilaku Agresi Pelaku Cyberbullying pada Remaja Pengguna ASK.FM di DKI Jakarta. Binus University.

Smith, J.R., et.al. (2007). Social Identity and the Attitude-Behavior Relationship: Effects of Anonymity and Accountability. European Journal of Social Psychology, 37, 239-257.

Suler, J. (2004). The Online Disinhibition Effect. Cyber Psychology & Behavior vol. 7 no. 2

Taylor, Shelley E., Peplau, Letitia Anne., Sears David

O. (2009). Psikologi Sosial (Edisi kedua belas). Jakarta: Kencana Prenada Media Group

Ully, W. A (2016). Hubungan Deindividuasi dengan Perilaku Agresi Pelaku Cyberbulying Remaja Pengguna ask.fm di Jakarta. Skripsi. Bina Nusantara University.

Waskul, D & Douglas, M. (1997). Cyberself: The Emergence of Self In Online Chat. The Information Society 13:375-397.

Wicaksono, A., & Irwansyah. (2017). Fenomena Deindividuasi dalam Akun Anonim Berita Gosip Selebriti di Media Sosial Instagram. Profetik Jurnal Komunikasi, 10(2), 34-45.

Whitty, M. T., & Joinson, A. N. (2009). Online deception, fraud, spam and cons. Truth, lies and trust on the internet, 55-72.

Published
2020-04-28
How to Cite
Tatik Mukhoyyaroh. (2020). Anonimitas dan Deindividuasi pada Remaja Pengguna Sosial Media . Jurnal Penelitian Psikologi, 11(1), 26-32. https://doi.org/10.29080/jpp.v11i1.354