Determinan Kesehatan Lingkungan pada Pasien TB Paru di Daerah Pesisir Kota Surabaya (Studi Wilayah Kerja Puskesmas Kenjeran)
PDF

Keywords

TB Paru
Kesehatan Lingkungan
Daerah Pesisir

How to Cite

Rustam, M. Z., & Mayasari, A. (2019). Determinan Kesehatan Lingkungan pada Pasien TB Paru di Daerah Pesisir Kota Surabaya (Studi Wilayah Kerja Puskesmas Kenjeran). Journal of Health Science and Prevention, 3(2), 109-117. https://doi.org/10.29080/jhsp.v3i2.235

Abstract

Penyakit TB Paru merupakan penyakit infeksius dan menular sampai saat ini masalah kesehatan masyarakat. Hasil studi pendahuluan penduduk yang berada didaerah pesisir diperoleh kesehatan lingkungan rumah masih ada beberapa yang belum memenuhi syarat rumah sehat. Tujuan penelitian menganalisis pengaruh kesehatan lingkungan rumah pada pasien TB paru di Puskesmas Kenjeran Surabaya. Desain penelitian yang digunakan case control study dengan pendekatan retrospektif. Sampel pada penelitian menggunakan rasio 1:1 dengan jumlah 66 untuk kasus dan 66 untuk kontrol. Instrument pengumpulan data menggunakan lembar observasional, kuesioner, luxmeter dan hygrometer dilakukan dengan cara simple random sampling. Data dianalisis menggunakan Chi-Square. Hasil yang diperoleh bahwa terdapat pengaruh antara humanian space, kelembaban, pencahayaan, ventilasi udara dan jenis dinding rumah terhadap Pasien TB di pesisir Surabaya dibuktikan dengan analisis data diperoleh nilai p-value< 0,05. Hal ini dikarenakan sebagian besar kondisi rumah responden yang terdapat diwilayah pesisir sangat padat penduduknya dalam satu rumah sehingga suplai oksigen didalam tubuh kurang dan ditunjang juga dengan luas ventilasi udara kurang maksimal.

https://doi.org/10.29080/jhsp.v3i2.235
PDF

References

Keman S. Kesehatan Perumahan Dan Lingkungan Pemukiman. J Kesehat Lingkung. 2005;

World Health Organization. Global Tuberculosis Report. Blood. 2015.

Kemenkes RI. Profil Kesehatan Indonesia 2016. Profil Kesehatan Provinsi Bali. 2017.

Dinas Kesehatan Propinsi JawaTimur. Profil Kesehatan Propinsi Jawa Timur 2017. Nucleic Acids Res. 2017;

Kementerian Kesehatan. Pedoman Nasional Penanggulangan Tuberkulosis. Indonesia. 2016.

Hamidah, Kandau GD, Posangi J. Hubungan Kualitas Lingkungan Fisik Rumah Dengan Puskesmas Perawatan Siko Kecamatan Ternate Utara. e-Biomedik (eBm). 2015;

Dinkes Kota Surabaya. Profil Kesehatan Surabay Tahun 2015. 2015.

Sudigdo S, Sofyan I. Dasar-dasar Metodologi Penelitian Klinis. Edisi ke-2. Jakarta: CV. Sagung Seto; 2002.

Franchi A, Richeldi L, Parrinello G, Franco G. Room size is the major determinant for tuberculin conversion in health care workers exposed to a multidrug-resistant tuberculosis patient. Int Arch Occup Environ Health. 2007;

Sitti Fatima. Untuk Memenuhi Persyaratan Mencapai Derajat Sarjana S2 PROGRAM PASCA SARJANA UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG 2008. Universitas Diponegoro, Semarang; 2008.

Anggraeni. Hubungan Kualitas Lingkungan Fisik Rumah Dan Perilaku Kesehatan Dengan Kejadian Tb Paru Di Wilayah Kerja Puskesmas Gondanglegi Kecamatan Gondanglegi Kabupaten Malang. J Kesehat Masy. 2015;3:559–68.

Damayati DS, Susilawaty A, Maqfirah M. Risiko Kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Liukang Tupabbiring Kabupaten Pangkep. Hig J Kesehat Lingkung [Internet]. 2018;4(2):121–30. Available from: http://journal.uin-alauddin.ac.id/index.php/higiene/article/view/5859/5088

Putri HNS. Hubungan antara Karakteristik Lingkungan Rumah dan Perilaku Individu dengan Kejadian TB Paru BTA (+) di Wilayah Kerja Puskesmas Sarang Rembang Tahun 2009. Digilib UNNES. 2012;

Harfadhilah D, Noor NN, Sunarka IN. Analisa faktor risiko lingkungan terhadap kejadian tuberkulosis paru. Medula. 2013;1(1):7–13.

Alberd A. Hubungan kondisi fisik rumah terhadap kejadian penyakit tuberkulosis paru di wilayah kerja puskesmas piru kecamatan seram barat kabupaten seram bagian barat. 2012;

Singh M, Mynak ML, Kumar L, Mathew JL, Jindal SK. Prevalence and risk factors for transmission of infection among children in household contact with adults having pulmonary tuberculosis. Arch Dis Child. 2005;90(6):624–8.

Wajdi H. Kesehatan lingkungan rumah dan kejadian penyakit tuberkulosis paru di Kabupaten Agam Sumatera Barat [Internet]. Universitas Gadjah Mada; 2005. Available from: http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?mod=penelitian_detail⊂=PenelitianDetail&act=view&typ=html&buku_id=26612

Agus Subagyo. Hubungan Lingkungan Fisik Rumah dengan Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru di Kabupaten Banyumas. Universitas Diponegoro, Semarang; 2007.

Helda Suarni. faktor resiko yang berhubungan dengan kejadian penderita TB Paru di kecamatan Pancoran Mas Depok [Internet]. Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia; 2009. Available from: http://lib.ui.ac.id/file?file=pdf/abstrak-125833.pdf

Mahfuzhah I. Gambaran faktor resiko penderita tb paru berdasarkan status gizi dan pendidikan di RSUD Dokter Soedarso. Progr Stud Pendidik Dr. 2014;1–13.

Ayomi AC, Setiani O, Joko T. Faktor Risiko Lingkungan Fisik Rumah dan Karakteristik Wilayah sebagai Determinan Kejadian Penyakit Tuberkulosis Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Sentani Kabupaten Jayapura Provinsi Papua. J Kesehat Lingkung Indones. 2012;

Notoatmodjo S. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan Edisi 2012. Rineka Cipta. 2012.

Rusnoto R. Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Kejadian Tb Paru Pada Usia Dewasa (Studi kasus di Balai Pencegahan Dan Pengobatan Penyakit Paru Pati). Jurnal Epidemiologi. 2008.

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Downloads

Download data is not yet available.