School Well-being SD Konvensional dengan SD Alam

  • Fara Ristanty Prabawa Universitas YARSI
  • Dewi Kumalasari Universitas YARSI
Keywords: Siswa Sekolah Dasar Konvensional, Siswa Sekolah Dasar Alam, School Well-Being

Abstract

Terdapat perbedaan antara sekolah dasar konvensional dengan sekolah dasar alam dalam upaya sekolah memenuhi kebutuhan dasar siswa sehingga terdapat perbedaan penilaian pada siswa tentang sekolahnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan school well-being antara sekolah dasar konvensional dengan siswa sekolah dasar alam. Penelitian ini menggunakan metode sequential explanatory mixed-method analysis serta teknik sampling convenience sampling. Berdasarkan uji beda terhadap 132 responden ditemukan terdapat perbedaan school well-being antara siswa sekolah dasar konvensional dengan siswa sekolah dasar alam. Siswa sekolah dasar alam memiliki school well- being yang lebih tinggi dibandingkan dengan sekolah konvensional pada setiap dimensi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Baker, J., A. (2006). Contributions of teacher–child relationships to positive school adjustment during elementary school. Journal of School Psychology, 44, 211– 229.

Baroroh, R., U. (2004). Beberapa konsep dasar proses belajar mengajar dan aplikasinya dalam pembelajaran pendidikan agama islam. Jurnal Pendidikan Islam, 1(1).

Dinas Pendidikan. (2015). Pentingnya Pendidikan Dasar diperoleh melalui http://disdik.bekasikab.go.id/berita-pentingnya-pendidikan-sekolah- dasar.html pada tanggal 7 Oktober 2018.

Gravetter, F. J., & Forzano, L. A. (2012). Research Methods for The Behavioral Sciences. Canada : Neison Education.

Huebner, E. S., & Gilman, R. (2006). Characteristics of adolescents who report very high life satisfaction. Journal of Youth and Adolescence, 35(3), 311-319.

Ibrahim. (2017). Perpaduan model pembelajaran aktif konvensional (ceramah) dengan koperatif (make-a match) untuk meningkatkan hasil belajar pendidikan kewarganegaraan. Jurnal Ilmu Pendidikan Sosial, Sains, dan Humaniora, 3(2).

Kurniastuti, I & Azwar, S. (2014). Constructtion of student well-being scale for 4- 6 th graders. Jurnal Psikologi, 41(1), 1-16.

Klatte, M., Hellburck, J., Seidel, J., & Leistner, P. (2010). Effects of classroom acoustics on performance and well-being in elementary school children: a field study. Article Environment and Behavior, 42(5) 659 – 692.

Konu, A., & Koivisto, A. M. (2011). The school well-being profile - a valid instrument for evaluation. Proceedings in EDULEARN Conference: 4-7 July 2011, Barcelona, (July), 1842–1850.

Konu, A., & Lintonen, T. (2006). Theory-based survey analysis of well-being in secondary schools in finland. Health Promotion International, 21(1).

Konu, A., & Lintonen, T. (2006). School well-being in grades 4-12. Health Education Research, 21(5).

Konu, A., & Rimpelä, M. (2002). Well-being in schools: a conceptual model. Health promotion international, 17(1), 79-87.

Laura, A., K. (2010). Psikologi Umum Sejarah Perkembangan Apresiatif. Salemba Humanika : Jakarta.

Madinah. (2016). Pencetus Sekolah Alam Pertama Meraih Penghargaan diperoleh melalui https://www.suara.com/pressrelease/2016/11/30/221556/pencetus- sekolah-alam-pertama-di-indonesia-raih-penghargaan pada tanggal 15 September 2018.

Nuswantari, N. (2018). Model pembelajaran nilai-nilai toleransi untuk anak sekolah dasar. Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Anak, 8(1), 41-53.

Rachmah, E. N. (2016). Pengaruh school well being terhadap motivasi belajar siswa. PSIKOSAINS, 11(2), Hal. 99-108.

Rahardjo, T. (2018). Sekolah Biasa Saja : Catatan Pengalaman Sanggar Anak Alam (SALAM). Yogyakarta : INSISTPress.

Rahyubi, H. (2012). Teori-Teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik. Majalengka: Referens.

Rohinah. (2014). Sekolah alam : paradigma baru pendidikan islam humanis. Jurnal Pendidikan Islam, 8(2).

Ruspandi. (2015). School of Universe diperoleh melalui http://www.school-of- universe.com/~k7831582/component/k2/itemlist/date/2017/10#.W8p2RmgzbIU pada tanggal 7 Oktober 2018.

Ruus, V., Veisson, M., Leino, M., Ots, L., Pallas, L., Sarv, E., & Veisson, A. (2007). Student’s well-being, coping, academic success, and school climate. Journal of Social Behavior and Personality, 35 (7), 919-936.

Santrock., J. W. (2015). Psikologi Pendidikan. Jakarta : Prenadamedia Group.

Sari, N. (2016). Sekolah Alam Kampung Sawah, Sekolah yang Tak Ingin Jadikan Anak “Ensiklopedia Berjalan” diperoleh melalui https://megapolitan.kompas.com/read/2016/12/11/13025791/sekolah.alam.k ampung.sawah.sekolah.yang.tak.ingin.jadikan.anak.ensiklopedia.berjalan pada tanggal 7 Oktober 2018.

Sekolah Alam Al-Jannah diperoleh melalui http://www.sekolah-aljannah.com/join- our-academic-program/sd/ pada tanggal 2 oktober 2018.

Taufiq, A., Mikarsa, H.L., & Prianto, P.L. (2012). Pendidikan Anak di SD. Tangerang Selatan : Universitas Terbuka.

Thohir, A. (2010). Implementasi model sekolah alam di pendidikan anak usia dini ar ridho semarang dalam tinjauan pendidikan islam. Skripsi, IAIN Walisongo Semarang.

Wati, K. D., & Leonardi, T. (2016). Perbedaan Student Well-Being Ditinjau dari Persepsi Siswa terhadap Perilaku Internasional Guru. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan, 5 (1).

Published
2020-10-29
How to Cite
Fara Ristanty Prabawa, & Dewi Kumalasari. (2020). School Well-being SD Konvensional dengan SD Alam. Jurnal Penelitian Psikologi, 11(2), 49-56. https://doi.org/10.29080/jpp.v11i2.379