Expressive Writing Therapy dan Kemampuan Pengungkapan Emosi Pasien Skizofrenia Hebefrenik

  • Risna Amalia Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
  • Tatik Meiyuntariningsih Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Keywords: Expressive Writing Therapy, Skizofrenia Hebefrenik

Abstract

Skizofrenia hebefrenik menekan fungsi normal seperti apatis dan aktivitas sosial yang buruk. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektifitas intervensi expressive writing therapy untuk meningkatkan kemampuan pengungkapan emosi kepada klien skizofrenia hebefrenik. Subjek berjenis kelamin laki-laki yang berusia 45 tahun dan mengalami skizofrenia hebrefenik selama satu tahun. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa expressive writing therapy efektif digunakan sebagai media mengungkapkan perasaan atau emosi subjek, serta pelepasan emosi negatif yang dimiliki. Rencana tindak lanjut setelah intervensi tetap diberikan, subjek diarahkan agar mampu menyalurkan emosinya dan mengungkapkan perasaannya. Selain itu keluarga diharapkan untuk terus memberikan dukungan sosial yang dibutuhkan oleh subjek dengan terus memotivasinya.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Arif, I. S. (2006) Skizofrenia. Bandung: PT Refika Aditama.

Creswell, J. W. (2017). Research design, pendekatan kualitatif, kuantitatif dan mixed. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Davinson, G. C, Neale, J. M, & Kring, M. A. (2010). Psikologi abnormal edisis ke 9. Jakarta: Raja Grafindo Persada.

Eddy, F. N. E, Septa, T, & Anggraini, D. I. (2017). Diagnosis dan tatalaksana skizofrenia hebefrenik putus obat dengan logorrhea. J Medula Unila. Vol 7 No.3 hal 17-21.

Faried, L., Noviekayati, I & Saragih, S. (2018). Efektivitas pemberian expressive writing therapy terhadap kecenderungan self-injury ditinjau dari tipe kepribadian introvert. Psikovidya, 22( 2).

Hasil Utama RISKESDAS 2018. Kementrian kesehatan badan penelitian dan pengambangan kesehatan.

Ibrahim, A. S. (2011). Skizofrenia spliting personality. Tangerang: Jelajah Nusa.

Maslim, R. (2013). Diagnosis gangguan jiwa (Rujukan dari PPDGJ III dan DSM 5). Jakarta: PT Nuh Jaya.

Murti, R. D., Hamidah. (2012). Pengaruh expressive writing terhadap penurunan depresi pada remaja smk di surabaya. Jurnal Psikologi Klinis dan Kesehatan Mental, Vol 1 No. 2.

Pennebeker, J W. (1997). Writing about emotional experiences as a therapeutic process psychological science, 8.

Qanitatin dkk. (2015). Pengaruh katarsis dalam menulis ekspresif sebagai intervensi depresi ringan pada mahasiswa. Jurnal Psikologi UNDIP vol. 9, No. 1.

Retnoningtyas, D. D., Atmaja, G. A. A., Pratiwi, I., Rahayu, K. D. A. (2017). Pengaruh expressive writing terhadap penurunan tingkat kecemasan mahasiswa tahun pertama. Jurnal Psikologi “Mandala”, Vol 1 No. 1, 14-25.

Sie, M. (2011). Schizophrenia clinical features and diagnosis. Clin Pharm.

Sindiro, L F. (2016). Efektivitas expressive wrting sebagai reduktor psychological distress. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma.

Susanti, R. Supriyantini, S. (2013). Pengaruh expressive writing therapy terhadap penurunan tingkat kecemasan berbicara di muka umum pada mahasiswa. Jurnal Psikologi, Vol 9 No. 2.

Published
2020-10-30
How to Cite
Risna Amalia, & Tatik Meiyuntariningsih. (2020). Expressive Writing Therapy dan Kemampuan Pengungkapan Emosi Pasien Skizofrenia Hebefrenik . Jurnal Penelitian Psikologi, 11(2), 76-83. https://doi.org/10.29080/jpp.v11i2.378