Terapi Forgiveness untuk Meningkatkan Optimisme Anak yang Berhadapan dengan Hukum

  • Aironi Zuroida Universitas Wijaya Putra
  • Nur Irmayanti Universitas Wijaya Putra
Keywords: Terapi forgiveness, Optimis, ABH

Abstract

Anak yang berhadapan dengan hukum ditempatkan di rumah tahanan dan itu membuat mereka merasa tidak berdaya dan pesimis menghadapi masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penerapan Forgivness Therapy terhadap tingkat optimisme anak-anak yang berhadapan dengan hukum. Sejumlah anak yang berhadapan dengan hukum di bawah naungan UPT Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Marsudi Putera (PRSMP) Surabaya dilibatkan dalam penelitian ini. Design penelitian eksperimen menggunakan teknik sampling jenuh dengan mengambil semua populasi yang ada. Semua populasi akan diberi pelatihan Forgivness Therapy dan akan diukur tingkat optimisnya menggunakan skala optimisme. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian nununjukkan ada perbedaan nilai optimisme pada anak yang berhadapan dengan hukum ABH sebelum dan sesudah diberikan terapi forgiveness. Dengan kata lain terapi forgiveness dapat dianggap efektif untuk meningkatkan optimisme pada ABH.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Akhtar, S., Dolan, A., & Barlow, J. (2017). Understanding the relationship between state forgiveness and psychological wellbeing: A qualitative study. Journal of Religion and Health, 56(2), 450–463.

Chang, E. C. (2001). Optimism & pessimism: Implications for theory, research, and practice. American Psychological Association.

Ekasari, A., & Susanti, N. D. (2009). Hubungan antara optimisme dan penyesuaian diri dengan stress pada narapidana kasus NAPZA di Lapas Kelas IIA Bulak Kapal Bekasi. SOUL: Jurnal Ilmiah Psikologi, 2(2), 1–32.

Enright, R. D. (2001). Forgiveness is a choice: A step-by-step process for resolving anger and restoring hope. American Psychological Association.

Ghufron, M. N., & Rini Risnawita, S. (2010). Teori-Teori Psikologi, yogyakarta. Ar-Ruzz Media.

Lawler-Row, K. A., & Piferi, R. L. (2006). The forgiving personality: Describing a life well lived? Personality and Individual Differences, 41(6), 1009–1020.

Muhid, A. (2019). Analisis Statistik: 5 Langkah Praktis Analisis Statistik dengan SPSS for Windows. Sidoarjo: Zifatama, Edisi ke 2.

Nakamura, J., Csikszentmihalyi, M., Snyder, C., & Lopez, S. J. (2002). Handbook of positive psychology.

Purnianti, M. S. S., & Tinduk, N. M. M. (2002). Analisa Situasi Sistem Peradilan Pidana Anak Di Indonesia.

Sarastika, P. (2014). Buku Pintar Tampil Percaya Diri. Yogyakarta: Araska.

Seligman, M. E. (2008). Menginstal optimisme. Bandung: Momentum.

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Pendidikan (pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D). Bandung: Alfabeta.

Toussaint, L., & Webb, J. R. (2005). Theoretical and empirical connections between forgiveness, mental health, and well-being. Handbook of Forgiveness, 349–362.

Vandergriff, D. H. (2007). Optimism associations with well-being indicators among older people in the United States. The University of Texas at Arlington.

Worthington, E. L., & Scherer, M. (2004). Forgiveness is an emotion-focused coping strategy that can reduce health risks and promote health resilience: Theory, review, and hypotheses. Psychology & Health, 19(3), 385–405.

Published
2019-10-30
How to Cite
Zuroida, A., & Irmayanti, N. (2019). Terapi Forgiveness untuk Meningkatkan Optimisme Anak yang Berhadapan dengan Hukum. Jurnal Penelitian Psikologi, 10(2), 51-57. https://doi.org/10.29080/jpp.v10i2.245