Gambaran Memaafkan (Forgiveness) pada Korban Bullying

  • Tahrir Tahrir UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Azni Chaerunisa Utami UIN Sunan Gunung Djati Bandung
  • Ulfiah Ulfiah UIN Sunan Gunung Djati Bandung
Keywords: Memaafkan, Bullying, Remaja

Abstract

Memaafkan adalah sikap mengatasi berbagai hal negatif akibat dari rasa sakit yang dirasakan serta upaya menghindari penghakiman terhadap individu yang bersalah. Penelitian ini melihat gambaran memaafkan pada remaja akhir yang menjadi korban bullying. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan subjek seorang remaja akhir berusia 20 tahun yang pernah mengalami tindak bullying selama dua tahun ketika di sekolah menengah atas. Dari hasil analisis wawancara, disimpulkan bahwa dalam pemaafan yang dilakukan subjek, lebih dominan dalam dimensi intrapsychic atau emosi dan kognisinya namun dalam tindakan sosial subjek belum memaafkan seutuhnya. Hal ini menunjukkan bahwa subjek berada dalam hollow forgiveness. Saran untuk penelitian selanjutnya diharapkan untuk mencari referensi sumber yang banyak sebelum melakukan pengambilan data.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Aluedse, O. (2006). Bullying in schools: A form of child abuse in schools. Educational Research Quarterly, 30(1), 37.

Ancok, D., & Suroso, F. N. (2008). Psikologi Islami; Solusi Islam atas Problem-problem Psikologi, Yogyakarta: Penerbit Pustaka Pelajar, cet.

Beane, A. L. (2008). Protect your child from bullying: Expert advice to help you recognize, prevent, and stop bullying before your child gets hurt. John Wiley & Sons.

Berthold, K. A., & Hoover, J. H. (2000). Correlates of bullying and victimization among intermediate students in the Midwestern USA. School Psychology International, 21(1), 65–78.

McCullough, M. E., Emmons, R. A., & Tsang, J.-A. (2002). The grateful disposition: A conceptual and empirical topography. Journal of Personality and Social Psychology, 82(1), 112.

McCullough, M., & Emmons, R. (2003). Counting blessings versus burdens: An experimental investigation of gratitude and subjective well-being in daily life. Journal of Personality and Social Psychology, 84(2), 377–389.

Moleong, L. (2012). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.

Prasetyo, A. B. E. (2011). Bullying di sekolah dan dampaknya bagi masa depan anak. El-Tarbawi, 4(1).

Rourke, J. (2006). Forgiveness-Seeking Motives and Behaviours. In Forgive-Ness, a Sampling of Research Results, 23–25. Washington DC: American Psychological Association.

Sugiono. (2010). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Swearer, S. M., Espelage, D. L., Vaillancourt, T., & Hymel, S. (2010). What can be done about school bullying? Linking research to educational practice. Educational Researcher, 39(1), 38–47.

Ulfiah, U. (2018). Penanganan Perilaku Bullying Siswa Melalui Konseling Model Pengembangan Komitmen Beragama. Psympathic : Jurnal Ilmiah Psikologi, 1(1), 67–74. https://doi.org/10.15575/psy.v1i1.2120

Utami, D. A. (2016). Kepercayaan interpersonal dengan pemaafan dalam hubungan persahabatan. Jurnal Ilmiah Psikologi Terapan, 3(1), 54–70.

Wardhati, L. T., & Faturochman. (2010). Psikologi Pemaafan. Retrieved April 6, 2013, from http://fatur.staff.ugm.ac.id/file/Psikologi%20%20pemaafan.pdf

Worthington, E. (1998). Dimensions of Forgiveness: Psychological Research and Theoretical Perspective. Templeton Foundation.

Published
2019-10-29
How to Cite
Tahrir, T., Utami, A., & Ulfiah, U. (2019). Gambaran Memaafkan (Forgiveness) pada Korban Bullying. Jurnal Penelitian Psikologi, 10(2), 13-25. https://doi.org/10.29080/jpp.v10i2.232