Resiliensi Pada Guru Honorer

  • Prianggi Amelasasih Universitas Muhammadiyah Gresik
Keywords: Resiliensi, guru honorer

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperoleh gambaran tentang resiliensi pada guru honorer di SD Negeri X Kecamatan Plosoklaten. Subjek penelitian ini sebanyak 1 orang, sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan peneliti. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan observasi. Dalam penelitian ini langkah langkah yang diambil oleh peneliti adalah analisis data kualitatif menurut model interaktif Miles dan Huberman. Pada penelitian ini uji keabsahan data yang dilakukan adalah mengadakan member check. Gambaran resiliensi dilihat dari dimensi Reivich dan Satte. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek penelitian memiliki resiliensi yang baik. Hal ini ditunjukkan dari dimensi yang dimiliki subjek yaitu regulasi emosi, pengendalian impuls, optimisme, Casual analysis, empati, self efficacy dan Reaching out. Penelitian ini berimplikasi pada subjek sehingga tetap bertahan dengan situasi sulit yang dihadapi sebagai guru honorer

Downloads

Download data is not yet available.

References

Ariani, Fitri. (2009). Pengaruh Gaji Terhadap Komitmen Guru Honorer pada SMA Swasta Josua Medan. Medan; Skripsi.

Arikunto, S. (2002). Metodologi penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Azwar, S. (2011). Metode penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Bogdan, R & Taylor, S. J. (1993). Kualitatif; Dasar-dasar penelitian. Surabaya: Usaha Nasional.

Diah, Riza &Pramesti Pradna. (2012). Resiliensi Guru di Sekolah Terpencil. Jurnal Psikologi Pendidikan dan Perkembangan. Vol.1.No.,02 Juni 2012

Djamarah, S. B. (2010).Guru dan Anak Didik dalam Interaksi Edukatif: Suatu Pendekatan Teoretis Psikologis. Jakarta: Rineka Cipta.

Emzir. (2010). Metodologi penelitian kualitatif analisis data. Jakarta: Rajawali Pers.

Gulo, W. (2002). Metodologi penelitian. Jakarta: PT. Grasindo

Hamidi. (2005). Metode penelitian kualitatif: Aplikasi praktis pembuatan proposal dan laporan penelitian. Malang: UMM PRESS

Hamalik, O. (2009). Pendidikan Guru: BerdasarkanPendekatanKompetensi. Jakarta: PT BumiAksara.

Hendriani, Wiwin, Sofia R &Toetik K. (2011). Proses resiliensiindividudalamperubahan kondisi fisik menjadi penyandang disabilitas. Jurnal Psikologi Indonesia. Vol. VII, No. 2, 72-83, ISSN. 0853-3096.

Herdiansyah, H. (2010). Metodologi penelitian kualitatif untuk ilmu-ilmu sosial. Jakarta: Salemba Humanika.

Holaday, M. (1997). Resilience and severe burns. Journal of Counseling and Development, 75, 346-357.

Isaacson, B. (2002). Characteristics and enhancement of resiliency in young people by investigation advisor the graduate school university of wisconsin-stout.

LaFramboise, T. D. (2006). Family, community, and school influences on resilience among american indian adolescents in the upper midwest. Journal of Social Psychology, 34, 193-209

Meiza, Chairani. (2016). Perbedaan Kebahagiaan Pada Guru Berstatus PNSdan Honorer. Jurnal Ilmiah Psikologi Volume 9. No. 2

Moleong, L. J. (2007). Metodologi penelitian kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya

Mulyasa. (2006). Menjadi Guru Profesional Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Penerbit PT Remaja Rosdakarya.

Poerwandari, K. (2005). Pendekatan kualitatif untuk penelitian perilaku manusia. Jakarta: Universitas Indonesia.

Prihastuti. (2011). Profil Resiliensi Pendidik Berdasarkan Resilience Quetient Test.Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, Tahun 15, Nomor 2,

Reivich K & Shatte A. (2002). The resilience factor; 7 essential skill for overcoming life’s inevitable obstacle 1st ed. New York: Broadway Books.

Rudkin, J. K. (2003). Community psychology. New Jersey. Pearson education, Inc.

Safi, N, Mohamad N. S, Bashir N. (2014). The Human, Social and Insttutonal Resilience of Female Doctors and Postgraduate Residency Programs. Afghanistan: Education Resilience Approaches (ERA)

Setiawan, Heri. (2014). Psychological Well-Being Pada Guru Honorer Sekolah Dasar di Kecamatan Wonotunggal Kabupaten Batang. Semarang; Skripsi.

Siebert, A. (2005). The resilience advantage: Master change, thrive under pressure, and bounce back from setbacks. California: Berrett-Koehler Publishers, Inc

Sugiyono. (2007). Metode penelitian kombinasi: mixed method. Bandung: Alfabeta

Supardi.(2014). Kinerja Guru. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Steward, C & Cash, W. (2008). Interviewing: principles and practices,Twelfh Edition. Singapore: Mc Graw Hill.

Suparlan. (2008). Menjadi Guru Efektif. Jakarta: Hikayat Publishing

Suprayogo, I & Tobroni. (2001). Metode penelitian sosial agama. Bandung: PT. Remaja Rosda Karya.

Wade & Tavris. (2008). Psikologi; Edisi 9. Jakarta: Airlangga

Wenner-Wilson R. J. & Zimmerman, Toni S. & Whalen, Dorothy. (2000). Resilient response to battering. Abstract: Contemporary Family Therapy 22 (2), June 2000, Human Sciences Press, Inc.

Published
2021-01-18
How to Cite
AmelasasihP. (2021). Resiliensi Pada Guru Honorer. Indonesian Psychological Research, 3(1), 8-14. https://doi.org/10.29080/ipr.v3i1.497