Pengaruh Ketahanan Terhadap Kebahagiaan Perkawinan Pada Pasangan Perjodohan Usia Dini

  • Netty Herawati Universitas Trunojoyo Madura
  • Nurul Kameliya Universitas Trunojoyo Madura
  • Binti Mafrukhatul Unaifah Universitas Trunojoyo Madura
Keywords: ketahanan, Kenahagiaan Perkawinan, Pasangan Perjodohan usia dini

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketahanan terhadap kebahagiaan perkawinan pada pasangan perjodohan usia dini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah pasangan perjodohan usia dini dengan jumlah 60 responden. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala resiliensi dan skala kebahagiaan perkawinan. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan signifikansi sebesar 0,00 (0,00 < 0,05). Artinya hipotesis diterima yaitu terdapat pengaruh ketahanan terhadap kebahagiaan perkawinan pada pasangan perjodohan. Nilai koefisien pengaruh (r) sebesar 0,654, dengan demikian terdapat pengaruh ketahanan terjhadap kebahagiaan perkawinan pada pasangan perjodohan usia dini. Adapun sumbangan efektif ketahanan terhadap kebahagiaan perkawinan sebesar 42,7% , sisanya 57,3% dipengaruhi oleh faktor lain.  Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketahanan terhadap kebahagiaan perkawinan pada pasangan perjodohan usia dini. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik purposive sampling. Responden dalam penelitian ini adalah pasangan perjodohan usia dini dengan jumlah 60 responden. Instrumen dalam penelitian ini adalah skala resiliensi dan skala kebahagiaan perkawinan. Analisis data menggunakan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian ini menunjukkan signifikansi sebesar 0,00 (0,00 < 0,05). Artinya hipotesis diterima yaitu terdapat pengaruh ketahanan terhadap kebahagiaan perkawinan pada pasangan perjodohan. Nilai koefisien pengaruh (r) sebesar 0,654, dengan demikian terdapat pengaruh ketahanan terjhadap kebahagiaan perkawinan pada pasangan perjodohan usia dini. Adapun sumbangan efektif ketahanan terhadap kebahagiaan perkawinan sebesar 42,7% , sisanya 57,3% dipengaruhi oleh faktor lain.  

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biographies

Netty Herawati, Universitas Trunojoyo Madura

Program Studi Psikologi

Nurul Kameliya, Universitas Trunojoyo Madura

Program Studi Psikologi

Binti Mafrukhatul Unaifah , Universitas Trunojoyo Madura

Program Studi Psikologi

References

Agustin, H. (2013). Gambaran Kehidupan Psangan yang Menikah di Usia Muda di Kabupaten Dharmasraya. Spektrym PLS. 1(1).

Aprianti, Kareti. (2015). Gambaran Gara Resolusi Konflik pada Pasangan yang Menikah Dini di Kabupaten Bandung.

Azwar, Saifuddin. (2017). Metode Penelitian Psikologi Edisi II. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Basti, Dewi Eva. (2008). Konflik Perkawinan dan Model Penyelesaian Konflik pada Pasangan Suami Istri. Jurnal Psikologi. 2 (1).

Connor, K.M & Davidson, J.R.T. (2003). Development of a New Resilience Scale: The Connor-Davidson Resilience Scale (CD-RISC). Depression and Anxiety, 18.

Chudori, Human Santoso. (2000). Liku-liku Perkawinan. Jakarta: Pustaka Pembangunan Swadaya Nusantara (PUSPA SWARA).

Davidson, J.K dan Moore, N.B. (1996). Marriage and Family: Change and Continuity. Boston: Allyn and Bacon.

Desmita. (2015). Psikologi Perkembangan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

Dewi, Eva M.P, Basti. 2008. Konflik Perkawinan dan Model Penyelesaian Konflik pada Pasangan Suami Istri. Jurnal Psikologi. 2 (1).

Diener, E,dkk. (2005). Subjective Well Being: The Science of Happiness and Life Satisfaction. Handbook of Positive Psychology. Oxford: Oxford University Press.

Hairi. (2009). Fenomena Pernikahan di Usia Muda di Kalangan Masyarakat Muslim Madura (Studi Kasus di Desa Bajur Kecamatan Waru Kabupaten Pamekasan. Yogyakarta: Fakultas Ushuluddin. Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga.

Herawati, Netty (2015). Model Kebahagiaan Perkawinan Pasangan Etnis Madura Berdasarkan Peran Nilai Budaya Perkawinan, Religiusitas Islam dan Komitmen Perkawinan. Bandung: Universitas Padjajaran.

_____________ (2019). Culture Matchmaking in Madurese Ethnic : A Study of The Motives, Factors and Impacts in Marriage Life. International Journal of Psychosocial Rehabilitation. ISSN: 1475-7192

Insumar, P, K. dkk. (2017). Perjodohan Sebagai Penyebab Terjadinya Perceraian. Vol. 6, No. 2.

Jannah, Miftahul, dkk. (2016). Dampak Psikologis pada Perkawinan Remaja di Jawa Timur. Jurnal Penelitian Psikologi. 7 (2).

Julianto, Very dan Saidiyah, Saith. (2016). Problem Pernikahan dan Startegi Penyelesaiannya: Studi Kasus pada Pasangan Suami Istri dengan Usia Perkawinan Dibawah Sepuluh Tahun. Jurnal Psikologi Undip. 15 (2).

Kyung Ae, Park dan Kyeong, Kim Min. (2012). Relationship Between Daily Life Conflicts, Depression, Family Resilience, and Marital Happiness of Intermarried Korean Men. Asosiasi Manajemen Sumber Daya Keluarga Korea Selatan. 16 (1).

Marlina, N. (2013). Hubungan antara Tingkat Pendidikan Orang Tua dan Kematangan Emosi dengan Kecenderungan Menikah Dini. Empathy. 2 (1).

Maulidya, Mutia dan Eliana, Rika. (2013). Gambaran Resiliensi Perantau Minangkabau yang Berwirausaha di Medan. Psikologia. 8 (1)

Olson, H. David dan Defrain, John. (2006). Marriages and Families: Intimacy, Diversity, and Strenghts, 5th ed. USA: McGraw Hill.

Periantalo, Jelpa. (2016). Penelitian Kuantitatif untuk Psikologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Pujiwati, Rahayu Fitri. (2014). Kebahagiaan dan Ketidakbahagiaan pada Wanita Menikah Muda. Surakarta: Fakultas Psikologi. Universitas Muhammadiyah Surakarta.

Reivich, K & Shatte, A. (2002). The Resilience Factor; 7 Essential Skill For Overcoming Life’s Inevitable Obstacle. New York: Broadway Books.

Romauli, S dan Vindari, A. (2010). Kesehatan Reproduksi buat Mahasiswa Kebidanan. Yogyakarta: Nuha Medika.

Sakdiyah, Elok Halimatus dan Fatma, Sofia Halida. (2015). Perbedaan Kebahagiaan Pasangan Pernikahan dengan Persiapan dan Tanpa Persiapan pada Komunitas Young Mommy Tuban. Jurnal Psikologi Tabularasa. 10 (1).

Santrcok, John W. (2012). Perkembangan Masa Hidup, Edisi Ketigabelas, Jilid II. Jakarta: PT. Gelora Aksara Pratama

Sari, Titi Nur Indah. (2016). Fenomena Pernikahan Usia Muda di Masyarakat Madura. Jakarta: Fakultas Syariah dan Hukum. Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.

Seligman, Martin E.P. (2005). Authentic Happiness: Using the New Positive Psychology to Realize YourPotential for Lasting Fulfillment. New York: Free Press.

Siebret, A. (2005). The Resilience Advantage: Master Change, Thrive Under Pressure, and Bounce Back From Set Backs. San Fransisco: Berrette-Koehler.

Sofia, Danies Nur Kholifatus. (2017). Dinamika Resiliensi pada Janda Cerai Muda (Studi Kasus pada Wanita Dewasa Awal sebagai Orang Tua Tunggal di Desa Panggunguni Kecamatan Pucanglaban Kabupaten Tulungagung). Tulungagung: Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah. Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Tulungagung.

Supriyanti, Nika. (2003). Pengaruh Pernikahan Dini terhadap Perilaku Pasangan Suami Istri pada Desa Pepe, Kecamatan Tegowanu. Semarang: Fakultas Ilmu Pengetahuan Sosial. IKIP PGRI Semarang.

Suyasa., P.Tommy Y.Sumatera (2011). Kepribadian Resilien sebagai Lokasi Kebahagiaan. Jakarta: Universitas Tarumanagara.

Published
2021-01-25
How to Cite
HerawatiN., KameliyaN., & Mafrukhatul Unaifah B. (2021). Pengaruh Ketahanan Terhadap Kebahagiaan Perkawinan Pada Pasangan Perjodohan Usia Dini. Indonesian Psychological Research, 3(1), 45-53. https://doi.org/10.29080/ipr.v3i1.494