Pemaknaan Hidup Nelayan (Analisis Makro dan Mikro pada Kemiskinan Nelayan)

  • Ahmad Burhan Wijaya Universitas Hangtuah
  • Akhmad Fauzie Universitas Hang Tuah
Keywords: Kemiskinan, Nelayan, Pemaknaan Hidup, Representasi Sosial

Abstract

Kemiskinan nelayan merupakan isu besar karena kompleksitas faktor penyebabnya. Studi ini dilatarbelakangai studi sebelumnya tentang kemiskinan nelayan yang melalui meta analisis diketahui sebagai representasi sosial yang disebabkan oleh faktor internal dan eksternal yang kompleks. Studi ini merupakan studi lanjutan yang bertujuan untuk menggambarkan pemaknaan hidup nelayan miskin pada masyarakat nelayan di Desa Gisik Cemandi, Sedati, Sidoarjo. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan strategi studi kasus. Subyek dalam penelitian ini adalah 2 orang nelayan. Dari penelitian ini diketahui bahwa penggalian pemaknaan hidup sebagai nelayan miskin nampak pada dimensi-dimensi: pemahaman diri (self-insight), makna hidup (the meaning of life), pengubahan sikap (changing attitude), keikatan diri (self commitment), kegiatan terarah (directed activities) dan dukungan sosial (social support). Penggalian makna hidup melalui dimensi-dimensi tersebut membuat mereka cenderung mempertahankan pekerjaannya sebagai nelayan. Analisis pada sudut pandang makro dan mikro tentang kemiskinan nelayan yang bertahan dengan pekerjaaanya ini memberi gambaran bahwa pengetahuan sosial yang terbentuk, menyebar dan dimiliki bersama, telah menjadi akar bagi kemiskinan nelayan, baik pada level makro-komunitas maupun mikro-individual. Kemiskinan nelayan muncul, berkembang dan cenderung bertahan disebabkan adanya pengetahuan sosial yang dimiliki bersama. Kemiskinan  cenderung terus berulang sebagai sebuah siklus. Keseluruhan proses pada spiral kemiskinan masyarakat nelayan tersebut, terbentuk sebagai sebuah representasi sosial karena menyebarnya ilmu pengetahuan dalam dunia konsensual nelayan melalui interaksi dan komunikasi.

Downloads

Download data is not yet available.

Author Biography

Ahmad Burhan Wijaya, Universitas Hangtuah

Fakultas Psikologi

References

Berger, P. L., & Luckmann, T. (1991). The social construction of reality: A treatise in the sociology of knowledge. Penguin.

Boudon, R. (2003). Beyond Rational Choice Theory. Annual Review of Sociology, 29(1), 1–21. https://doi.org/10.1146/annurev.soc.29.010202.100213

Budi Siswanto, & Lamsuri, M. (2008). Kemiskinan dan perlawanan kaum nelayan (Cet. 1). Laksbang Mediatama.

Câmara, H. (1971). Spiral of violence; Sheed and Ward.

Ferraro, G. P., & Andreatta, S. (2014). Cultural anthropology: An applied perspective (Tenth Edition). Cengage Learning.

Giawa, E. C., & Nurrachman, N. (2018). REPRESENTASI SOSIAL TENTANG MAKNA MALU PADA GENERASI MUDA DI JAKARTA. Jurnal Psikologi, 17(1), 77. https://doi.org/10.14710/jp.17.1.77-86

Ihromi, T. O. (2013). Pokok-pokok antropologi budaya. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Iskandar, J. (2001). Manusia budaya dan lingkungan: Kajian ekologi manusia (Cet. 1). Humaniora Utama Press.

Jovchelovitch, S. (2007). Knowledge in context: Representations, community, and culture. Routledge.

Kattel, R. (Ed.). (2009). Ragnar Nurkse (1907 - 2007): Classical development economics and its relevance for today. Anthem Press.

Kementerian Kelautan Perikanan. (2018). Laut masa depan bangsa: Kedaulatan, keberlanjutan, kesejahteraan. Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia.

Kusnadi. (2000). Nelayan strategi adaptasi dan jaringan sosial. Humaniora Utama Press.

Kusnadi. (2001). Pangamba: Kaum Perempuan Fenomenal, Pelopor dan Penggerak Perekonomian Masyarakat Nelayan. Humaniora Utama Press.

Kusnadi. (2002). Konflik sosial nelayan: Kemiskinan dan perebutan sumber daya perikanan (Cet. 1). LKiS.

Kusnadi. (2003). Akar kemiskinan nelayan (Cet. 1). LKiS?: Distribusi, LKiS Yogyakarta.

Kusnadi (Ed.). (2004). Polemik kemiskinan nelayan (Cet. 1). Pondok Edukasi?: Pokja Pembaruan.

Kusnadi. (2006). Filosofi pemberdayaan masyarakat pesisir (Cet. 1). Humaniora.

Marfai, M. A., Rahayu, E., & Triyanti, A. (2015). Peran kearifan lokal dan modal sosial dalam pengurangan risiko bencana dan pembangunan pesisir: Integrasi kajian lingkungan, kebencanaan, dan sosial budaya (Cetakan pertama). Gadjah Mada University Press.

Marková, I. (2017). A fabricação da teoria de representações sociais. Cadernos de Pesquisa, 47(163), 358–375. https://doi.org/10.1590/198053143760

Moscovici, S. (1993). The invention of society: Psychological explanations for social phenomena. Polity Press.

Neuman, W. L. (2014). Social research methods: Qualitative and quantitative approaches (7. ed., Pearson new internat. ed). Pearson.

Permanadeli, R. (2015). Dadi wong wadon: Representasi sosial perempuan Jawa di era modern (Cetakan pertama). Pustaka Ifada?: Rifka Anissa.

Popkin, S. L. (1979). The rational peasant: The political economy of rural society in Vietnam. University of California Press.

Satria, A. (2015). Pengantar sosiologi masyarakat pesisir (Cetakan pertama). Kerja sama antara Fakultas Ekologi Manusia IPB dengan Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Scott, J. C. (2000). Weapons of the weak: Everyday forms of peasant resistance (Nachdr.). Yale Univ. Press.

Shantall, T. (2020). The L?fe-chang?ng Impact of V?ktor Frankl’s Logotherapy. https://doi.org/10.1007/978-3-030-30770-7

Susilawati, I. R., & Hidayat, R. (2019). Dilema Sosial: Representasi Sosial tentang Pajak pada Aparatur Sipil Negara. Jurnal Psikologi Sosial, 17(2), 65–74. https://doi.org/10.7454/jps.2019.10

Timulak, L. (2009). Meta-analysis of qualitative studies: A tool for reviewing qualitative research findings in psychotherapy. Psychotherapy Research, 19(4–5), 591–600. https://doi.org/10.1080/10503300802477989

Timulak, L., & Elliott, R. (2019). Taking stock of descriptive-interpretative qualitative psychotherapy research: Issues and observations from the front line. Counselling and Psychotherapy Research, 19(1), 8–15. https://doi.org/10.1002/capr.12197

Wagner, W., Duveen, G., Farr, R., Jovchelovitch, S., Lorenzi-Cioldi, F., Marková, I., & Rose, D. (1999). Theory and Method of Social Representations. Asian Journal of Social Psychology, 2(1), 95–125. https://doi.org/10.1111/1467-839X.00028

Wagner, W., & Hayes, N. (2005). Everyday discourse and common sense: The theory of social representations. Palgrave Macmillan.

Wagner, W., Valencia, J., & Elejabarrieta, F. (1996). Relevance, discourse and the ‘hot’ stable core social representations-A structural analysis of word associations. British Journal of Social Psychology, 35(3), 331–351. https://doi.org/10.1111/j.2044-8309.1996.tb01101.x

Published
2020-07-29
How to Cite
WijayaA. B., & FauzieA. (2020). Pemaknaan Hidup Nelayan (Analisis Makro dan Mikro pada Kemiskinan Nelayan). Indonesian Psychological Research, 2(2), 96-108. https://doi.org/10.29080/ipr.v2i2.259